Harga Kakao             Sabtu, 19/11/2022               Ldn: n.a                    NY: 2.456        Medan: n.a                 Aceh: Rp. 33.000                 Info ini disampaikan    oleh       FORUM KAKAO ACEH      

 

Pemangkasan Kakao Efective Meningkatkan Produktifitas Kakao

Created on Thursday, 03 November 2022

DIALEKSIS.COM, Banda Aceh - Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi kakao (coklat) di Indonesia bagian Barat. Bahkan kakao Aceh dikenal memiliki kualitas baik karena citarasanya yang khas. Namun, sejauh ini produktifitas masih sangat rendah.

Padahal selama ini tanaman kakao di Aceh dapat memberikan dampak positif bagi para petani dan para pengusaha yang berkecimpung di sector usaha kakao. Keberadaan komoditi itu juga dapat menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat.
Pemerintah Aceh terus berupaya menjadikan tanaman kakao sebagai salah satu produk perkebunan unggulan di Aceh dan menjadikan Aceh sebagai penghasil kakao terbesar dengan kualitas terbaik di Sumatera, bahkan Indonesia.


Sebagai inspirasi untuk petani dan bentuk upaya pemerintah Aceh dalam meningkatkan hasil produksi kakao, maka tahun 2022, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh telah melakukan Gerakan Massal (Germas) Pemangkasan Kebun Kakao bagi Petani yang berada di Aceh.

Ada dua (2) Kabupaten yang menjadi focus utama Distanbun Aceh dalam melakukan kegiatan Germas Pemangkasan Kakao, Yaitu Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.
Bagi tanaman kakao, pemangkasan berarti usaha meningkatkan produksi dan mempertahankan umur ekonomis tanaman. Pemangkasan tanaman kakao merupakan kegiatan pemotongan atau pembuangan bagian berupa cabang, ranting, dan daun yang tidak diinginkan atau diperlukan lagi bagi pertumbuhan tanaman dan terbentuknya buah.

Fakta lapangan membuktikan bahwa sebagian besar tanaman kakao usia produktif kurang mendapatkan perhatian ataupun perawatan dari petani, dibiarkan tumbuh banyak tidak beraturan tanpa memperhatikan kondisi biologis tanaman dan lingkungan yang diahrapkan oleh tanaman. Sehingga hal ini akan berdampak pada rendahnya kemampuan tanman kakao untuk menghasilkan buah.
Adanya pemangkasan diharapkan produksi tanaman kakao bisa lebih meningkat, karena cabang – cabang yang tidak produktif berkurang, sehingga mengurangi kelembaban dan menambah intensitas sinar matahari bagi daun.

Germas Pemangkasan Kakao dilakukan di Gampng Alue Dua, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, pada hari Selasa Tanggal 8 Maret 2022. Selanjutnya dilakukan di Gampong Mesjid Pueduek, Kecamatan Trieng Gadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa tanggal 24 Maret 2022.

Apa yang melatarbelakangi Ide Terbentuknya Program Germas Pemangkasan Kakao?
Distanbun Aceh telah meluncurkan program Gerakan Massal (Germas) pemangkasan kebun kakao di beberapa daerah di Aceh, seperti Pidie Jaya, Bireuen, Pidie, dan beberapa daerah penghasil kakao lainnya.

Kegiatan pemangkasan tanaman kakao ini dilakukan di area perkebunan rakyat adalah untuk membina petani dalam meningkatkan produksi biji kakao agar produksi kakaonya bisa terus dieskpor melalui Aceh.

Produktifitas kakao di Aceh tergolong minim. Hal ini disebabkan masih banyak petani kakao yang mengelola perkebunan secara tradisional. Pengetahuan petani saat ini masih tergolong minim tentang pengelolaan tanaman kakao yang tepat dan terpadu.

Apa Tujuan Utama dari Program Germas Pemangkasan Kakao?

Tujuan pemangkasan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga mampu mengkondisikan kebun lebih steril, karena cahaya matahari yang masuk tercukupi. Pasalnya, kakao sangat rentan dengan kelembaban yang tinggi sehingga munculnya jamur dan juga hama penyakit lainnya. Dengan masuknya sinar matahari yang cukup, maka kebun yang bersih dan tanaman yang terpagkas sesuai dengan standard teknis akan memberikan produksi yang maksimal.

Dimana Saja Persebaran Area Tanaman Kakao di Aceh?

Areal tanaman kakao di Aceh yang dominan tersebar disejumlah daerah. Diantaranya Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan beberapa daerah lainnya.

Mengapa Germas Pemangkasan Kakao Tahun 2022 Dilakukan di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya?
Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya merupakan Kabupaten penghasil kakao terbanyak di Aceh, Bieuen dan Pidie Jaya merupakan kabupaten memiliki potensi kakao atau cokelat dan salah satu komoditi unggulan serta andalan di Kabupaten tersebut.

Pemerintah Aceh kini terus berupaya menjadikan tanaman kakao sebagai salah satu produk pertanian unggulan di Aceh. Pihaknya ingin menjadikan Aceh sebagai penghasil kakao terbesar dengan kualitas terbaik di Sumatera. Untuk itu peran dari berbagai stakeholder sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Apa Target dan Jangka Pendek dan Panjang yang Ingin DIcapcai dari Program Germas?

Dalam jangka pendek, kegiatan ini sebagai pemberi semangat bagi petani, khususnya petani kakao untuk lebih aktif dan mau melakukan pemangkasan dan pemeliharaan tanaman guna peningkatan produktifitas kakao.
Kegiatan pemangkasan dan pemeliharaan kakao diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan bagi petani kakao terutama dalam melakukan pemangkasan secara berkala sehingga mendapatkan hasil yang nyata dalam waktu jangka panjang.

Apakah Sudah Ada Industri Pengolahan Kakao di Aceh dan Bagaimana Volume Ekspornya?
Di Pidie Jaya sudah ada industry pengolahan minuman dan manakan dari sari buah kakao (coklat) menjadi bubuk coklat dan barang siap saji, yaitu produsen Socolatte Kakao Pidie Jaya.
Tahun 2022, produsen Socolatte Pidie Jaya juga sudah pernah mengekspor Coklat Bar ke Jepang sebanyak kurang lebih 6.000 pcs dan akan berusaha ekspor ke berbagai Negara lainnya melalui pengiriman via udara Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Volume ekspornya memang masih kecil, tetapi jika kegiatan ekspor ini terus berlanjut akan memberikan dampak positif bagi harga jual biji kakao di Aceh.

Dikota Sabang juga sudah ada produsen dengan merk dagang Cokinol Food (Coklat Kilometer Nol) dengan motto dari Sabang untuk Aceh, Indonesia, dan Dunia. Bahan baku coklat masih asli dari petani kakao Kota Sabang. Coklat produksi Cokinol masih mencukupi kebutuhan untuk wilayah Kota Sabang dan Banda Aceh. Saat ini belum mengekspor hasil produksinya keluar negeri. (Adv)


Sumber: 

https://dialeksis.com/dialog/pemangkasan-kakao-efektif-tingkatkan-produktivitas-kakao-aceh/

 

Copyright © 2011 Forum Kakao Aceh - All Right Reserved