Harga Kakao        Jumat,  24/09/2021                      Ldn: n.a                              NY: 2.612              Medan: n.a                 Aceh: Rp. 32.600             Info ini disampaikan oleh FORUM KAKAO ACEH      

 

Dianggap Gila, Mahdi Tak Kapok Rawat Kakao

Created on Monday, 06 September 2021

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Utara --- Disaat petani lain tergiur mengganti tanaman kakaonya menjadi sawit, Mahdi Abdullah keukeuh untuk merawat tanaman kakao 800 batangnya yang kini telah menghasilkan produktivitas yang optimal. Bahkan ada saja yang menganggapnya gila.

"Disini banyak kebun kakao yang beralih fungsi, tidak dirawat dan dibiarkan terlantar. Hanya sebagian kecil saja yang dirawat secara benar dan intensif. Tak jarang orang meledeki saya dengan perkataan Peuka dilhaf (Red. Apa dia kumat/gila)," lirihnya ketika membuka pembicaraan dengan tabloidsinartani.com.

Kebun kakao Mahdi seluas tiga hektar, terletak di Gampong Panton, kecamatan Nisam, Aceh Utara, yang dibeli dari hasil penjualan kakao yang di tanamnya. Selain kakao ada juga tanaman kelapa, pinang dan durian. Setiap ketemu warga di kampungnya ia selalu mengajak untuk menanam dan merawat kebun dengan baik. Bahkan dalam berbagai kesempatan semua diajak untuk menanam kakao.

"Jeh, kakalon si Mahdi ka pungo (Tuh, kalian lihat si Mahdi sudah gila). Padahal, saya hanya mengatakan, mari menanam kakao dengan menggunakan bibit entres berkualitas serta merawat dengan baik," katanya.

Suami dari Fatimah SPd.I ini setiap harinya harus menempuh jarak 14 km (PP) melalui perkebunan sawit untuk sampai di kebun Kakao. Semangatnya untuk terus bertanam 800 batang Kakao tak pernah surut walau selangkah pun. Terus saja berpacu tanpa memperdulikan ocehan orang lain. Dirinya tak pernah tergoda bujuk rayu dan tergiur untuk menggantikan Kakao dengan kelapa sawit, walau panen 2 kali sebulan. Sempat juga terfikir olehnya, kalau tebang tanam, kapan panen nya?

Pada tahun 2000 - 2005, Ayah tiga anak ini sempat merantau dan bekerja di perusahaan Krakatau Steel Jakarta selama 5 tahun. Akhirnya 2008, ia pulang kampung mengurus kebun seluas 1 ha peninggalan orangtuanya. Saat itulah dia mulai bergelut dengan Kakao tanpa didasari ilmu cara bertanam Kakao yang benar. Awalnya Mahdi tanam Kakao 800 batang, tapi hanya tinggal 300 batang. "Waktu itu panennya hanya 2 kg, saya tidak tahu sama sekali tentang merawat tanaman kakao," akunya.

Memasuki tahun ketiga saat kakao dipanen dalam jumlah banyak, saking senang hatinya dia arak buah kakao dan ditunjukkan kepada warga sekitar. "Buah dan biji kakao ini dari kebun dan sekarang menuai hasil," bebernya.

Tahun 2013, ia membeli bibit entres dari Akmal salah seorang petani di Abdya, Rp 4.000 per tanaman. Bibit tersebut disambung sendiri untuk seluruh tanaman kakao di kebunnya."Alhamdulillah dari penghasilan bertanam Kakao, dapat beli kebun dan membangun rumah serta membiayai kebutuhan anak sekolah," kata Mahdi.

Karena kesungguhan dan kemauanya yang tinggi, ia sering diajak oleh BPP setempat ikut pelatihan kakao di tingkat kabupaten. Dari beberapa kali pelatihan, sekarang dia sudah bisa melakukan peremajaan dan sambung samping pada tanaman, sehingga memperoleh hasil dua kali lipat. Bahkan kini ia juga mengkoleksi klon kakao unggul. "Di kebun saya ada 12 macam klon unggul, biasa dibeli masyarakat antara Rp 1.000 - 2.000 per 30 cm," ujarnya berpromosi.

Selain menyediakan klon kakao unggul dirinya juga sering diundang untuk memberikan pelatihan teknik budidaya dan pengendalian hama/penyakit kakao. Selama ini dirinya sudah melatih petani kakao di Sabang, Nagan Raya, Gayo Lues, Pidie dan beberapa kabupaten lainnya. Untuk honor, dirinya tidak pernah memasang tarif. Yang penting cukup buat ongkos dan tidurnya di rumah petani. "Saya tidak pernah pamrih, asalkan petani kakao bisa bangkit kembali dari keterpurukannya," ucapnya ikhlas.

Ia mengajak petani dan milenial untuk menguatkan kelembagaan kelompok. Dalam melakukan pemangkasan dan sambung samping. Jangan meniru dirinya, setelah memangkas tanaman kakao menyesal. "Kalau tahu setelah dipangkas ternyata tumbuh bagus, kenapa saya tidak lakukan dari dulu saja," ketusnya berfilosofi.

Kini lahan seluas 1,5 hektar di kebun kakaonya sudah dilakukan pemangkasan dan sambung samping dengan bibit entres berkualitas. "Sisanya setiap hari akan terus saya rawat dan jaga selalu ibarat seorang gadis," tuturnya.

Dia menyebutkan bagi yang membutuhkan bibit entres Sulawesi 1, Sulawesi 2 (S1, S2), MCC01, MCC02, M03, M04, M05 dan M06. Kemudian ada juga RCC-858, RCC70, PR dan BB, dapat menghubungi nya di nomor HP/WA 085260507732.

Untuk menjadikan kakao agar hasilnya meningkat, tidak melulu mengharapkan bantuan pemerintah. "Karena hasilnya untuk kita nikmati, lebih baik usaha dengan modal sendiri," timpalnya.

Reporter : AbdA

 

Sumber : 

https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/kebun/17825-Dianggap-Gila-Mahdi-Tak-Kapok-Rawat-Kakao

Copyright © 2011 Forum Kakao Aceh - All Right Reserved