Harga Kakao          Rabu, 4/12/2019                   Ldn: n.a                              NY: 2.565                                Medan: n.a                 Aceh: Rp 29.500,-                             Info ini disampaikan oleh FORUM KAKAO ACEH 

 

 

Aceh Perlu Segera Tangani Masalah Kakao

Created on Thursday, 31 October 2019

BANDA ACEH - Aceh berada di urutan ketujuh provinsi penghasil kakao di Indonesia. Dengan menghasilkan 1,9 persen dari total produksi kakao nasional, secara agroklimat Aceh memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan komoditas tersebut. Sayangkan, potensi tersebut belum bisa ditangani dengan baik sehingga cenderung merugikan petani. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal. Karena itu, semua pihak terkait di Aceh perlu segera bekerja sama agar semua masalah yang ada dalam pengembangan tanaman kakao bisa teratasi dengan baik.

Demikian antara lain dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdanganan (Disperindag) Aceh yang diwakili Sekretaris Dinas, Muslem Yacob MPd, saat membuka workshop pelaku usaha kakao di Hotel Sultan, Banda Aceh, Selasa (1/10/2019).

Menurut Muslem, panjangnya rantai pemasaran dari petani sampai ke pasar, rendahnya kemampuan petani dalam mengolah kakao menjadi cokelat berkualitas, dan minimnya modal petani, masih tetap menjadi bagian dari masalah dalam pengembangan kakao di Aceh.

Sebenarnya, sambung Muslem, pengelolaan kakao menjadi cokelat tidak terlalu. Namun, dibutuhkan keuletan dan kegigihan dari para pihak terkait dalam mengolah kakao menjadi barang jadi. “Menurut saya, sangat ironi jika Aceh sebagai penghasil kakao selama ini belum mampu memproduksi cokelat. Akibatnya, peluang tersebut dimanfaatkan oleh orang lain atau negara lain seperti Pantai Gading dan Ghana,” ungkap Muslem.


Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Muslem lagi, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas kakao yang dapat ditempuh melalui penerapan teknologi pascapanen yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan upaya pengurangan hambatan-hambatan ekspor biji kakao. “Kita akan siapkan regulasi dan kerja sama dengan kelompok tani, eksportir, maupun prosesor,” kata Muslem yang juga mantan Sekretaris Bappeda dan Dinas Pendidikan Aceh.

Menindaklanjuti hal tersebut, tambah Muslem Yacob, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh sebagai instansi pembina memandang perlu untuk mengadakan workshop yang membahas masalah dan kendala yang dihadapi oleh pengusaha kakao serta dicarikan solusi yang mungkin diterapkan. Sehingga, ke depan pengembangan kakao di Aceh akan sesuai dengan harapan semua pihak.

Sementara itu, Ketua Panitia, Umri Praja Muda SHut MSi, dalam laporannya menyebutkan, workshop itu diikuti 30 petani/pengusaha kakao dari 14 kabupaten/kota yaitu Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, Sabang, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Singkil, dan Simeuelue. Menurut Umri Praja Muda, acara yang berlangsung dua hari tersebut menghadirkan Ketua Forum Kakao Aceh, T Iskandar, Permerhati Kakao Aceh, Muslahuddin Daud, Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah, Dr Ir Yusya Abubakar MSc, dan Bawadi, Pimpinan Bawadi Coffee, sebagai narasumber.

“Acara ini kami laksanakan untuk meningkatkan kemampuan SDM pengelola kakao, serta meningkatkan produktivitas dan mutu produk industri pengolahan kakao sehingga dapat meningkatkan daya saing dan peluang usaha dalam pengembangan industri pengolahan kakao,” demikian Umri Praja Muda yang juga Kepala Seksi Industri Agro pada Bidang Pengembangan Industri Agro dan Manufaktur Disperindang Aceh.(jal)


Sumber : 

https://aceh.tribunnews.com/2019/10/02/aceh-perlu-segera-tangani-masalah-kakao

 

Copyright © 2011 Forum Kakao Aceh - All Right Reserved